REVIEW: Perbandingan Kualitas Encode Anime Antara Samehadaku dan Oploverz

Proses encode video tidak semudah kedengarannya. Selain banyak memakan waktu, juga membutuhkan pengalaman dan banyak percobaan untuk menemukan resep terbaik antara keseimbangan kualitas dan ukuran.

Di antara banyaknya tukang repack anime yang rajin mengupload, ada dua yang cukup menarik perhatian saya, yaitu Samehadaku dan Oploverz karena rilisnya yang tergolong cepat. Oleh karena itu saya membuat perbandingan antara keduanya untuk memilih mana yang paling bagus.

Di dalam percobaan kali ini, saya akan mengambil sampel dari anime Attack on Titan dan Dr. Stone.

Catatan: Perlu diketahui, di sini saya tidak ada niatan sedikitpun menyuruhmu mengunduh anime bajakan, silahkan dukung pembuat filmnya dengan cara berlangganan dan membeli kaset aslinya.


Di sampel yang tadi saya sebutkan, semuanya menggunakan codec x265 atau HEVC. Saya tidak akan mereview anime dengan codec x264 karena sudah mulai ditinggalkan karena efisiensi.

Kelebihan x265/HEVC
  • Memiliki ukuran yang lebih kecil daripada format x264 dengan kualitas yang relatif hampir sama saja.
  • Mendukung ketajaman warna hingga 10-bit.

Tentu dibalik kelebihan codec x265 di atas, ada kekurangan yang membuat codec ini belum bisa berkembang pesat.

Kekurangan x265/HEVC
  • Spesifikasi minimum perangkat cukup tinggi, khususnya film dengan resolusi 1080p ke atas.
  • Perangkat atau aplikasi keluaran lama bisa saja belum memiliki codec tersebut, jadi tidak bisa digunakan untuk memutar.

Informasi Dasar

Baik, lanjut ke review, berikut saya sediakan informasi dari kedua file.

Mediainfo: SamehadakuOploverz

Dari informasi di atas, dapat diketahui semuanya sama, menggunakan codec x265/HEVC. Yang membedakan adalah preferensi encodenya dan aplikasi yang digunakan, Samehadaku menggunakan Hybrid dan Oploverz menggunakan ShanaEncoder. Durasi anime juga mempunyai selisih yang sedikit berbeda, hanya sekian detik. Keduanya terlihat memilih menggunakan hardsub daripada softsub.

Video

Kedua file menggunakan resolusi 720p karena Samehadaku hanya menyediakan resolusi tersebut. Mempunyai aspect ratio sama yaitu 16:9. Frame rate juga sama, konstan 23.976.

Karena ingin membandingkan secara visual, saya menggunakan ffmpeg untuk mengekstrak frame dari kedua file dengan output png yang merupakan format nirkompresi atau lossless.

Berikut perbandingan frame per frame dari sampel yang ditangkap menggunakan ffmpeg.

Attack on Titan

Before Image After Image

Before Image After Image

Before Image After Image

Dr. Stone

Before Image After Image

Before Image After Image

Before Image After Image

Audio

Untuk audionya sendiri, Samehadaku menggunakan format AAC-LC dan PSA menggunakan format HE-AACv2.

Perbandingan
  1. HE-AACv2 bagus untuk bit rate rendah seperti 80 kbps kebawah, sedangkan AAC-LC dioptimalkan untuk bit rate tinggi seperti 90 kbps keatas.
  2. LC-AAC lebih hemat baterai, sedangkan HE-AACv2 cenderung menguras baterai.
  3. Jika dibandingkan, kualitas suara HE-AACv2 64kb/s mirip dengan AAC-LC 96kb/s.

HE-AACv2 menggunakan fitur SBR yang berfungsi untuk memotong spektrum dan memilah sampel dari frekuensi tinggi dan rendah untuk diambil frekuensi utamanya, sehingga dapat mengurangi ukuran file tetapi tetap menjaga kualitas suaranya. Dan fitur PS yang menyimpan semua informasi channel kemudian dengan sangat sedikit byte membuat channel lain di tempat yang berbeda dengan parameter.

Ukuran

Ini yang menarik, hasil encode dari Samehadaku hanya memiliki ukuran 52.3 MiB dan 86.5 MiB dibandingkan dengan Oploverz yang lebih besar, yaitu 58.3 MiB dan 90.5 MiB. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, terutama preferensi encodenya.

Kesimpulan

Jadi, mana yang lebih baik? Menurut saya, kedua rilis semuanya layak untuk diambil. Yang menentukan mana yang lebih baik adalah kebutuhan kamu karena dari berbagai aspek, tidak hanya kualitas encode, tetapi kualitas terjemahannya juga. Jika ada pendapat, silahkan tinggalkan komentar.

3 Comments

kurakura March 24, 2021 Reply

gambarnya digedein dong kang, soalnya di monitor FHD jadi susah liat perbedaannya

admin March 24, 2021 Reply

Sayangnya nggk bisa gan, tapi bisa pake cara lain, galeri gambarnya bisa dilihat di sini

https://imgbox.com/g/p04HaAKihH

Terus tinggal paste aja url gambarnya ke juxtaposejs biar bisa muncul gede

Kevin July 2, 2021 Reply

Ane users TV yg selalu nonton anime Di TV. Tapi udh semenjak kapan gitu Ane lupa sekitar 3 tahunan ini samehadaku file videonya sama sekali ngga pernah bisa di puter di TV Ane, yg mana dlu sebelumnya aman2 aja. Kebetulan Ane ada upgrade TV 4k merek Samsung 2020 kemarin, mikirnya keknya bisa lagi nih nonton anime dari samehada, eh taunya sama aja wkwwkwkwk ngga bisa. Tapi klo dari Oploverz semuanya keputer di TV Ane, cuman sayangnya Oploverz sekarang animenya sedikit yg up to date, beda sama samehada yg up to date bgt sama anime2 baru

Leave a Reply